Name Tag

Kamis, 11 Oktober 2012

Surplus Konsumen dan Pengaruh Perubahan Permintaan dan Penawaran Terhadap Harga dan Jumlah Barang Keseimbangan


Surplus Konsumen

          Surplus konsumen merupakan pencerminan suatu keuntungan lebih (surplus) yang dinikmati oleh konsumen karena adanya selisih antara harga maximum pembelian dengan harga jual suatu barang.
          Misalnya seorang mahasiswi ingin membeli buku akuntansi seharga Rp 150.000. Namun sesampainya di toko buku ternyata di sana mahasiswi tersebut dapat membeli buku akuntansi tersebut dengan harga Rp 140.000., maka selisih dari harga maksimum pembelian buku dan harga jual tersebutlah yang kita sebut surplus konsumen yaitu sebesar Rp 10.000.




   




Pengaruh Perubahan Permintaan dan Penawaran Terhadap Harga dan Jumlah Barang Keseimbangan
  

          Dari kurva di atas dapat diketahui bahwa kurva permintaan bergeser ke kanan (dari D1 menuju D2) hal tesebut dapat terjadi karena adanya perubahan pendapatan yang meningkat, selera yang sesuai, harga barang yang terkait, jumlah penjual, dan perkiraan harga barang itu di masa depan.
          Saat permintaan meningkat dan penawaran tetap dapat mengakibatkan harga dan jumlah barang naik Permintaan naik dan penawaran yang tetap berarti produsen tidak perlu menawarkan terlalu banyak barang karena konsumen akan mencari dan membeli produk kita. Dan inilah celah bagi produsen untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, karena jika hal tersebut terjadi maka konsumen akan rela membayar lebih asalkan mendapatkan produk kita dan kita dapat meningkatkan jumlah barang yang diproduksi untuk memenuhi permintaan. Sehingga secara otomatis, dengan permintaan yang banyak dan penawaran yang tetap, menyebabkan harga barang meningkat dan jumlah barang yang diproduksipun meningkat.
        Contoh sederhana yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah tukang bakso yang  baru memulai usahanya di sebuah ruko. Pada awalnya tukang bakso tersebut menyediakan 40 porsi bakso per hari dan menjual satu porsi bakso dengan harga Rp 6.000. Karena masyarakat di sana mengalami peningkatan pendapatan sehingga lebih sering makan di luar, bakso yang di jual tersebut dirasa cocok dengan selera mereka, dan faktor-faktor lainnya yang dapat menyebabkan penambahan permintaan bakso. Saat tukang bakso ini tidak menambahkan jumlah porsi per harinya sedangkan permintaan akan bakso terus bertambah maka permintaan konsumen tidak dapat seluruhnya terpenuhi. Sehingga tukang bakso harus menambah jumlah porsi bakso per hari agar dapat memenuhi permintaan dan tukang bakso tersebutpun meningkatkan harga baksonya untuk memperoleh keutungan yang lebih.



Sumber gambar:
Pengaruh Perubahan Permintaan dan Penawaran Terhadap Harga dan Jumlah Barang Keseimbangan. Dr. Prihantoro. Teori Ekonomi 1. Universitas Gunadarma.

Referensi:
Modul Laboratorium Manajemen Dasar Universitas Gunadarma. Semester 2.
Chapter 3.ppt. Dr. Prihantoro. Teori Ekonomi 1. Universitas Gunadarma.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar